Social Icons

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail

Pages

Senin, 11 Juni 2012

My Journey

It was my journey..

Tak terasa sudah kurang lebih 3 tahun aku di Makassar ini. Padahal aku merasa baru beberapa waktu saja mendarat di kota ini. Yak, yang aku ingat aku pindah ke kota ini saat kelas 2 semester 2 SMP. Suatu perasaan yang canggung saat memasuki sebuah tempat yang baru dimana aku sangat sulit beradaptasi untuk hal itu. Pengalaman yang aku dapatkan pertama kali saat masuk sekolah tidak terlalu mengenakkan. Mendapati teman yang 'sedikit' nakal dan u know lah bagaimana kenakalan remaja sekarang but, they're still my friend yang udah mengisi hari-hariku. Aku harus cepat beradaptasi di tempat itu agar aku bisa bersosialisasi dengan mereka. Namun, sangat sulit u know mempelajari kosakata baru beserta logat yang aneh itu haha but it doesn't matter. Aku bisa dengan mudah beradaptasi dengan belajarnya yah lumayanlah dapat rank 2 di kelas itu padahal aku anak pindahan.

Yak, memasuki kelas 3 SMP disini aku baru mendapatkan pengalaman yang baik. Bukannya pengalaman itu ada yang tidak baik namun itu berdasar pada diri kita sendiri yang menilainya. Di kelas ini, aku seperti mendapat wadah yang tepat bagiku untuk berkembang. Dengan teman-teman yang sangat mendukungku untuk itu. Tak hanya cara belajarnya saja, kekompakannya pun sangat solid. Pada masa ini, aku sepertinya suka sama seorang cewek but aku tidak terlalu serius dengan hal itu dan perasaan itu hilang begitu saja. Well, lupakan yang namanya cinta-cintaan, aku di kelas ini masuk rank 3 besar dan suatu rasa syukur yang besar akan hal itu mengingat aku tak terlalu aktif dalam kelas dan tak terlalu dekat dengan guru. Namun, prinsip ku cuma satu yaitu Silence is Gold. Tidak usah banyak bicara, cukup dengan diam saja itu berarti emas. Diam bukan berarti tidak tau tapi hanya tidak mau mengungkapkan apa yang harus diungkapkan. Selain itu, rajin dan hardworking lah yang bisa meningkatkan prestasi kita. Then, sampai sekarang aku merindukan kelasku yang ini dan beberapa teman masih terhubung di kontak untuk adakan reuni kecil-kecilan.

Kita lanjut di masa SMA yaa.. Aku hanya tinggal menyeberang dari SMP ku yang dulu tak perlu repot-repot aku lulus seleksi disini gak kayak dulu yang pindahan hehe. Well, di kelas 1 nothing special happen tapi yang bikin inget itu pas jaman-jamannya Point Blank. Teman-teman sekelas yang menamai diri geng maho kena demam PB dan kami main bareng biasa di warnet andalan, C7. Yang aku inget pasti hari weekend itu harinya main PB. Anyway dengan main game ini tak menggangu nilai ku di sekolah. Aku tetap saja masuk di 3 besar dan sepertinya aku punya 'luck' dalam hal itu.

Yah, memasuki kelas 2 SMA ehem aku mau mengkhususkan cerita cintaku disini. Awal pertama masuk aku udah kayaknya rasain cinta pandangan pertama. Tapi, aku tidak terlalu mengindahkan hal itu. Namanya Irmayati Aisyah, saking penasarannya aku sampe search dia di fb dan akhirnya ketemu. Namun, aku sudah cukup dengan ngerasain cinta bertepuk sebelah tangan dan tidak mau hal itu terulang. Aku mau kubur rasa itu dan fokus dalam apa yang harus difokuskan. Akan tetapi seiring waktu berjalan, benih-benih cinta itu mulai tumbuh. Seperti artis yang suka cinlok di lokasi syuting, hal itu pun terjadi padaku. Awalnya sih malu-malu dengan perasaan ini tapi makin kesini sudah tidak lagi. Ada sesuatu yang membuatku nyaman di dekat dia. Seiring waktu berjalan, aku masih ingat saat dia pertama kali sms ke aku dan hal itu tak terlupakan. Kami bbman, smsan dan nampaknya dia juga suka kepadaku. Oh God, thanks for give your angel to me, itu yang selalu ada di benakku. Bagiku dia itu bagaikan bidadari yang memang ditakdirkan untukku. Setelah saling tau perasaan masing-masing dan menjalani hari demi hari sampailah aku mendapatkan info bahwa papaku harus pindah ke kota lain. Yak nyesek memang seperti yang aku tulis dalam postingan sebelumnya. Well, sekarang aku hanya bisa pasrah kepada Tuhan. Jika memang dia jodohku, aku akan bertemu dengan dia suatu saat. Dan memang jika tidak, itu berarti aku bukan yang terbaik untuknya. Tapi aku akan berusaha sekuat tenaga untuk hal itu tidak terjadi. Aku mau berhubungan dia terus sampai kapanpun meski terpisah oleh jarak. Aku selalu ingat kata-katanya "Insya Allah, Allah pasti punya jalan terbaik bagi kita". Ya memang itu menenangkan hatiku meski untuk beberapa saat.

Ya, memang pengalaman tidak bisa dibeli dengan uang. Aku selalu bersyukur dengan takdir meski hati ini tidak rela untuk pindah. Namun, aku yakin di tempat lain disana aku bisa mendapat pengalaman yang lain untuk meningkatkan level hidupku. Hehe i hope so..

Banjarmasin, i'm coming..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar