Here it is video goyang gangnam style ala kami-kami dari Smaga Banjarmasin. Enjoy:D
Sabtu, 27 Oktober 2012
Jumat, 05 Oktober 2012
Welcome Barito City!
Melanjutkan post gw yang sebelumnya tentang kepindahan gw ke Banjarmasin. Di sini gw mau cerita tentang first impression dan pengalaman apa aja yang gw dapat setelah pindah kesini. Well, sungguh berat rasanya ninggalin kota Makassar sebelumnya apalagi meninggalkan orang yang gw sayang. Tapi sudahlah tak usah diratapi lagi sesuatu yang sudah terjadi karena tidak baik juga untukku kelak Mendarat di Banjarmasin pada malam hari seperti dejavu dengan kepindahanku yg sebelum-sebelumnya. Dan
Kualitasnya Diragukan, Nil Maizar Menjawab
Nil Maizar meminta jangan menyebut pemain-pemainya juga tak berkualitas.
Dia hanya mempertanyakan alasan mengapa orang-orang bisa menilainya tak berkualitas, tanpa mengetahui bagaimana kondisi sesungguhnya dia bekerja. Dia meminta jangan terlalu gampang menghakimi kemampuan seorang pelatih disaat kondisi sepakbola Indonesia yang disebutnya tidak normal seperti sekarang.
"Dengan segala hormat kepada semua sejawat saya sesama pelatih, siapa pun pelatih timnas saat ini, dengan segala keterbatasan pemain dan bekerja dalam kondisi tak nyaman, tidak akan bisa berbuat maksimal menciptakan timnas yang ideal seperti yang diharapkan publik. Hal terbaik yang bisa saya lakukan adalah membuat pemain tetap bersemangat dan bangga membela timnas mereka. Saya bisa dan sudah lakukan itu," katanya.
Selain itu, walau tak mempermasalahkan dirinya dicap tak berkualitas sebagai pelatih, tapi dia meminta jangan menyebut pemain-pemainya juga tak berkualitas. Karena para pemain itulah yang berjuang di lapangan. Sementara pelatih tugasnya mengarahkan mereka bermain, menyiapkan strategi, dan memberikan motivasi.
"Terserah mereka menilai saya pelatih tak berkualitas, tapi jangan sebut pemain saya tak berkualitas. Kasihan mereka, telah berjuang dan memeras keringat di lapangan demi negara ini, tolong hargai itu," tegas lelaki 42 tahun itu kepada GOAL.com Indonesia, Jumat (6/10) pagi.
Menurutnya, sangat tidak pantas kalau mengatakan seorang pemain yang telah habis-habisan membela timnas direndahkan. Kurang kualitas apa pemain-pemain seperti Irfan Bachdim, Wahyu Wijiastanto, Samsidar, bahkan pemain veteran seperti Ellie Aiboy. Mereka secara teknis sama berkualitasnya dengan pemain-pemain terbaik negeri ini, termasuk yang bermain di kompetisi ISL. Yang membedakan cuma mau atau tidak mereka datang ke timnas.
Padahal, pada prinsipnya Nil mengaku tak membeda-bedakan pemain, tak melihat kompetisi atau klub mereka bermain.
"Saya malah berharap, kalau mereka semua putra-putra terbaik bangsa di olahraga ini, bisa bersama-sama membesarkan timnas. Jangan halangi lagi mereka membela negaranya," kata pelatih berlisensi A AFC ini.
Walau dihantam kiri kanan, dihujat, dan diragukan kemampuannya, Nil bertekad untuk terus bekerja semaksimal mungkin mempersiapkan timnas untuk Piala AFF 2012 nanti. Baginya ini adalah tugas dan tanggungjawab yang harus dituntaskan, sebagai pertanggungjawaban kepada bangsa ini.
"Saya datang ke timnas hanya bermodal keikhlasan, memenuhi kewajiban sebagai warga negara ketika negara membutuhkan tenaga saya. Saya tidak meminta-minta, apalagi mengemis untuk jadi pelatih timnas. Saya tinggalkan Semen Padang yang sedang berada di puncak prestasi, demi timnas," ucap lelaki berada di peringkat sepuluh besar dalam coaching clinic yang digelar Federasi Sepakbola Jerman beberapa bulan lalu itu. (gk-33)
http://www.goal.com/id-ID/news/1387/nasional/2012/10/05/3426648/kualitasnya-diragukan-nil-maizar-menjawab
Dia hanya mempertanyakan alasan mengapa orang-orang bisa menilainya tak berkualitas, tanpa mengetahui bagaimana kondisi sesungguhnya dia bekerja. Dia meminta jangan terlalu gampang menghakimi kemampuan seorang pelatih disaat kondisi sepakbola Indonesia yang disebutnya tidak normal seperti sekarang.
"Dengan segala hormat kepada semua sejawat saya sesama pelatih, siapa pun pelatih timnas saat ini, dengan segala keterbatasan pemain dan bekerja dalam kondisi tak nyaman, tidak akan bisa berbuat maksimal menciptakan timnas yang ideal seperti yang diharapkan publik. Hal terbaik yang bisa saya lakukan adalah membuat pemain tetap bersemangat dan bangga membela timnas mereka. Saya bisa dan sudah lakukan itu," katanya.
Selain itu, walau tak mempermasalahkan dirinya dicap tak berkualitas sebagai pelatih, tapi dia meminta jangan menyebut pemain-pemainya juga tak berkualitas. Karena para pemain itulah yang berjuang di lapangan. Sementara pelatih tugasnya mengarahkan mereka bermain, menyiapkan strategi, dan memberikan motivasi.
"Terserah mereka menilai saya pelatih tak berkualitas, tapi jangan sebut pemain saya tak berkualitas. Kasihan mereka, telah berjuang dan memeras keringat di lapangan demi negara ini, tolong hargai itu," tegas lelaki 42 tahun itu kepada GOAL.com Indonesia, Jumat (6/10) pagi.
Menurutnya, sangat tidak pantas kalau mengatakan seorang pemain yang telah habis-habisan membela timnas direndahkan. Kurang kualitas apa pemain-pemain seperti Irfan Bachdim, Wahyu Wijiastanto, Samsidar, bahkan pemain veteran seperti Ellie Aiboy. Mereka secara teknis sama berkualitasnya dengan pemain-pemain terbaik negeri ini, termasuk yang bermain di kompetisi ISL. Yang membedakan cuma mau atau tidak mereka datang ke timnas.
Padahal, pada prinsipnya Nil mengaku tak membeda-bedakan pemain, tak melihat kompetisi atau klub mereka bermain.
"Saya malah berharap, kalau mereka semua putra-putra terbaik bangsa di olahraga ini, bisa bersama-sama membesarkan timnas. Jangan halangi lagi mereka membela negaranya," kata pelatih berlisensi A AFC ini.
Walau dihantam kiri kanan, dihujat, dan diragukan kemampuannya, Nil bertekad untuk terus bekerja semaksimal mungkin mempersiapkan timnas untuk Piala AFF 2012 nanti. Baginya ini adalah tugas dan tanggungjawab yang harus dituntaskan, sebagai pertanggungjawaban kepada bangsa ini.
"Saya datang ke timnas hanya bermodal keikhlasan, memenuhi kewajiban sebagai warga negara ketika negara membutuhkan tenaga saya. Saya tidak meminta-minta, apalagi mengemis untuk jadi pelatih timnas. Saya tinggalkan Semen Padang yang sedang berada di puncak prestasi, demi timnas," ucap lelaki berada di peringkat sepuluh besar dalam coaching clinic yang digelar Federasi Sepakbola Jerman beberapa bulan lalu itu. (gk-33)
http://www.goal.com/id-ID/news/1387/nasional/2012/10/05/3426648/kualitasnya-diragukan-nil-maizar-menjawab
Kamis, 04 Oktober 2012
Goal.com's Asian Best XI for September
Irfan Bachdim Masuk Susunan Asian Best XI dan juga Hamdi Ramdhan termasuk dalam skuad September 2012
GOAL.com - Oct 2, 2012 7:28:00 PM
Beritanya udah agak lama dikit sih tapi gapapalah. Nih cekidot pemain Indonesia yang masuk Asian Best XI versi goal.com, diantaranya yaitu Irfan Bachdim dan Hamdi Ramdhan. Keduanya merupakan pemain timnas kita. Mereka masuk daftar mungkn karena penampilan mereka di timnas saat mengalahkan Brunei 5-0.
GOAL.com - Oct 2, 2012 7:28:00 PM
Rabu, 03 Oktober 2012
Ide Konyol Mengadu Dua Timnas
Dalih, demi mencari pemain yang layak untuk membela Timnas Indonesia di ajang AFF Cup 2012, sulit diterima. Selain akan mendiskreditkan para pemain, jika jadi digelar, duel itu boleh jadi bakal menjadi bahan tertawaan publik internasional. Bayangkan, ada dua timnas dalam satu negara, dan kedua tim itu berduel di lapangan. Seperti perang saudara. Dan duel semacam itu rasanya belum pernah terjadi di belahan dunia manapun.
Sekali lagi, konflik persepakbolaan Indonesia hanya menyebabkan pemain menjadi korban. Dengan adanya wacana mengadu dua Timnas seolah mengindikasikan, para pengurus itu hanya menjadikan para pemain sebagai alat untuk kepentingan mereka.
Pernyataan itu juga sama saja seperti ingin mengadu anak bangsa sendiri. Dengan mengadu Timnas, kita tidak akan mendapatkan jalan keluar dari permasalahan dualisme ini. Tak ada yang perlu dibuktikan mana yang lebih hebat. Kedua skuad Timnas sama-sama anak bangsa yang seharusnya diperlakukan lebih baik, karena telah berjuang membela Merah Putih.
Jika salah satu kubu merasa pihaknya punya Timnas yang lebih berkualitas, lalu merendahkan pelatih dan pemain dari kubu Timnas lain, dan dengan jemawa menantang bertanding, di mana penghargaan mereka kepada para pemain yang dalam kondisi apa pun rela membela Merah Putih. Bedakan dengan para pengurus itu yang merasa paling benar, lalu saling sikut untuk berebut kursi kekuasaan PSSI.
Bicara kualitas, apakah begitu besar jurang perbedaan di antara kedua Timnas ini, sehingga salah satu pihak berani mengklaim lebih baik dan berkualitas dibanding yang lain? Apakah KPSI berani menjamin tim yang mereka kirim akan menjadi juara di Piala AFF, padahal mereka juga gagal dua tahun lalu saat tampil sebagai tuan rumah.
Bila KPSI benar-benar berniat mencari pemain yang pantas untuk memperkuat Timnas di AFF Cup 2012, mengapa tidak membiarkan para pemain dari ISL bergabung dengan PSSI dan biarkan pelatih menentukan siapa pemain yang layak untuk diberangkatkan ke turnamen sepakbola negara-negara di Asia Tenggara itu. Jangan karena ego, malah ingin memberangkatkan sendiri Timnas ke AFF Cup, yang nantinya malah mempermalukan wajah Indonesia karena ada dua tim yang dikirim.
Di sisi lain, PSSI juga harus membuktikan diri lebih mementingkan urusan bangsa ketimbang gengsi kelompok. PSSI tak perlu alergi untuk melibatkan JC dalam memanggil para pemain ISL. Karena kesepakatan dalam pertemuan Joint Committee terakhir kali disinggung bahwa JC bisa dilibatkan untuk mengharmonisasi timnas, jika ada persoalan dalam pemanggilan pemain. Bila harus melalui atau sepengetahuan JC dalam urusan memanggil pemain ISL, maka kenapa tidak dilakukan?
Tak adanya kerendahan hati dan sikap lebih mementingkan ego kelompok di atas kepentingan bangsa menjadikan konflik sepakbola Indonesia berkepanjangan. Bila KPSI dan PSSI benar-benar mau mengedepankan kepentingan bangsa, seharusnya tak ada dualisme Timnas, semua pemain berada dalam satu tim dan membawa nama Indonesia.
Quoted from kaskus.us
Selasa, 02 Oktober 2012
Hellooo
Ahhh udah lama gak buka blog, bukannya gak punya waktu buat buka sih tapi lagi gak mood aje huehehe. Just want to say hello to blog's world, have a good and effective day! :-)
Langganan:
Postingan (Atom)





