Social Icons

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail

Pages

Selasa, 24 Januari 2012

Ketika Kepercayaan Fans Pada Wenger Semakin Berkurang

Pernah mendengar istilah 'In Arsene We Trust'?

Kalimat tersebut tampaknya sudah mulai memudar di dalam benak fans Arsenal, meski pemikiran tersebut sempat hilang ketika Arsenal mulai bangkit setelah tampil buruk di awal musim, belakangan para fans mulai mempertanyakan kembali kapasitas Arsene Wenger.




Lagi-lagi Arsenal kalah dari Manchester United, yah setidaknya mereka tidak kalah 8-2 seperti pada pertemuan pertama. Namun kekalahan itu tampak lebih menyakitkan, menyusul rentetan hasil buruk yang terjadi pada mereka belakangan ini.

Ketidak percayaan fans Arsenal bisa dilihat dari teriakan dan nyanyian mereka ketika tim kesayangannya sedang bertanding. ”Spend some f**king money,” adalah salah satu ungkapan kekecewaan para fans pada sang pelatih yang tetap mempertahankan filosofinya.

Dan yang paling membuat para fans marah - termasuk sang kapten Robin van Persie - adalah ketika  Wenger menarik keluar Alex Oxlade-Chamberlain yang tampil impresif pada pertandingan tersebut, dan menggantinya dengan Andrey Arshavin. Van Persie mengungkapkan kekecewaannya, itu bisa dilihat dari wajahnya yang sempat tersorot kamera.



Yang lebih memperparah keadaan adalah, ketika Arshavin menjadi biang kerok kekalahan Arsenal di pertandingan tersebut. Ia membiarkan Antonio Valencia bebas bergerak dan memberikan umpan manis pada Danny Welbeck untuk mencetak gol penentu kemenangan.

Arshavin pun mendadak menjadi public enemy klubnya sendiri, tindakan yang dianggap terlalu bodoh dilakukan oleh seseorang yang memegang rekor transfer termahal klub, dengan 15 juta Pounds. Entah apa yang ada di dalam pikiran Wenger, menarik keluar Oxlade-Chamberlain dan menggantinya dengan Arshavin.

'You don't know what you're doing,' adalah nyanyian yang dinyanyikan oleh para fans Arsenal untuk sang pelatih yang akrab dipanggil The Professor itu. Wenger pun langsung membalas kritikan yang seakan menyerangnya dari tujuh penjuru angin, ia mengatakan demikian: "Oxlade-Chamberlain sudah mulai kelelahan, ia mulai mengalami peregangan betis. Ia tidak akan dipaksakan, ia mengeluhkannya selama seminggu penuh."



"Arshavin adalah kapten dari timnas Rusia, apa saya harus menjelaskan pergantian seorang anak berusia 18 tahun yang baru bermain dua atau tiga kali? Saya harus mempertahankan keputusan yang sudah saya buat."

Untuk Wenger, hal ini tentu lebih menyakitkan daripada kritikan atas kebijakan transfernya. Ia adalah pelatih besar yang punya penghargaan dan reputasi selama berada di Arsenal, tentu saja itu tidak termasuk hasil dari enam musim belakangan, dimana Arsenal tak pernah memenangkan apapun. Ya, saya ulangi. Apapun.

Jika saja Arsenal gagal finish di posisi empat besar yang berarti tak akan mengikuti Liga Champion musim depan, ditambah hengkangnya Van Persie ke klub yang lebih menjanjikan, tentu saja masa depan Wenger hampir dipastikan akan berakhir di akhir musim nanti.

Tekanan dari para suporter adalah hal yang biasa dalam sepak bola, dan untuk fans Arsenal, mereka punya kesabaran lebih pada Wenger setelah selama ini tetap percaya pada pelatih mereka yang ngotot dengan filosofinya itu. Tekanan untuk Wenger pastinya akan lebih berat lagi ke depannya, dan mungkinkah ini  adalah masa-masa terakhir dari dinasti Wenger di Emirates?

Untuk saat ini, sepertinya kalimat 'In Arsene We Trust' tidak begitu populer lagi di benak para fans Arsenal. Mereka lebih percaya dengan realita yang terjadi, bahwa pelatih mereka mungkin sudah tidak bisa dipercaya lagi seperti waktu dulu.

Sumber : http://www.supersoccer.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar